loading…
Rudal Pencegat Iran Pakai Mesin Kendaraan Bermotor Roda Dua 4 Silinder. FOTO/ DAILY
Larijani, mantan diplomat dan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada fatwa Khamenei yang melarang penggunaan senjata nuklir, Sesuai aturan hukum Syiah yang kuat.
Ia mengatakan Iran Sebelumnya mengembangkan doktrin baru yang menekankan ‘kemampuan tanpa penggunaan’, sebuah pendekatan yang memungkinkan negara tersebut mempertahankan pencegahan tanpa melanggar prinsip-prinsip agama.
Sekalipun, ia mengkritik keras kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA), menuduh doktrin Hubungan Luar Negeri tersebut menyebabkan Iran “kehilangan keberanian dan menjadi mangsa tekanan Barat.”
“Kesepakatan itu tampaknya mengorbankan sebagian hak kami demi melindungi hak orang lain,” ujarnya dalam sebuah konferensi tentang pemikiran Khamenei pada hari Sabtu.
Pernyataan Larijani dianggap mencerminkan sikap Teheran, yang seringkali menyeimbangkan penguasaan teknologi nuklir dengan desakan Supaya bisa program tersebut tetap damai.
Sekalipun, para analis internasional menilai bahwa sikap ‘mampu tetapi enggan’ ini menciptakan ruang bagi interpretasi strategis yang dapat digunakan sebagai tekanan diplomatik terhadap kekuatan-kekuatan Barat.
(wbs)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
