Asap mengepul dari kilang minyak yang rusak akibat serangan Iran, di tengah konflik AS-Israel di Haifa, Israel pada 19 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS — Mantan Kepala Negara Irlandia Mary Robinson menyerukan penegakan hukum internasional tanpa “standar ganda”, khususnya negara Eropa. Ia membandingkan kerasnya kritik terhadap Rusia atas Konflik Bersenjata Ukraina dengan respons lebih lemah atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel kepada Iran.
Berbicara kepada Sky News pada Jumat (20/3/2026), Robinson menekankan, pentingnya akuntabilitas global dala menyikapi serangan AS-Israel ke Iran. Ia, mengatakan bahwa negara-negara Dianjurkan bersuara menentang pelanggaran terlepas dari siapa yang melakukannya.
“Sangat penting bagi negara-negara lain untuk bersuara, karena kita Dianjurkan Membantu supremasi hukum internasional. Ini Merupakan salah satu pencapaian terbesar umat manusia, dan kita Dianjurkan melestarikannya, dan oleh karena itu kita tidak ingin memiliki standar ganda,” katanya.
Robinson menunjuk pada respons internasional yang kuat setelah dimulainya Konflik Bersenjata Rusia di Ukraina. Ia membandingkannya dengan apa yang Ia gambarkan sebagai reaksi yang lebih lemah terhadap tindakan baru-baru ini oleh AS dan Israel yang menargetkan Iran.
“Kita melihat agresi Hari Ini oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang tidak dibenarkan dalam Piagam PBB, yang ilegal, dan sangat sedikit negara yang secara eksplisit membicarakannya. Mereka mencoba untuk menghindarinya,” kata Robinson.
Menyoroti upaya diplomatik, Ia mencatat, menteri luar negeri Oman Pernah terjadi berbicara “dengan sangat jelas” tentang Perundingan yang Baru saja berlangsung, termasuk apa yang Ia gambarkan sebagai “usulan baru dan substantif” dari Iran. Ketika proses mediasi berlangsung, tiba-tiba Iran diserang.
“Alih-alih melanjutkan hal itu, tiba-tiba terjadi serangan militer yang tidak dapat dibenarkan menurut hukum internasional, dan pemerintah Dianjurkan siap untuk bersuara tentang hal itu,” kata Robinson.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
